Semakin Dekat dengan-Nya di Usia Senja
Setiap insan pasti akan hilang segenap
kekuatan yang pernah ada secara perlahan-lahan. Diri ini terpaksa akhur dengan
fitrah alam yang akan merenggut tulang menjadi rapuh,darah dan daging sudah
tidak sesegar dulu lagi. Mana kala rambut pual memutih dan kulit menjadi
kering. Semuanyatidak lagi cantik dan menarik.
Begitulah bekas hasil perjuangan
hidup. Perjuangan untuk membuktikan diri adalah hamba Allah yang berjaya. Tujuh
anggota anggota badan itu masihkah dapat bertahan dlam menikmati raka’at yang
panjang ? apakah kedua mat itu masih berminat kepada Al-quran ? buaknkah
kalimah Al-quran berisi kalimah cinta Allah kepada hamba-Nya ?.
Biarlah segalanya
hilang,tua,lemah,dan tidak berdaya. Jika diri bertemu Allah nanti, saat sakaratul
maut datang menjemput, katakanlah dengan bangga kepada yang dikasihi:”Ya
Allah,saksikanlah tubuh kurusku yang berpenyakit,mata rabunku,tualngku,darah
dan dagingku semuanya aku persembahkan kepada-Mu.mereka semua pernah
beribadah,berjuang,bekerja untuk keridhoan-Mu, Ya Allah. Bangkitkan mereka pada
hari akhir nanti dengan bekas perjuanagn pada jalan-Mu”.
Mengapa harus bersedih pada
penghujung usia ? Mengapa harus melayani persaan yang terus membuat diri ini
pikun. Bukanlah belantar ilmu masih belum dijelajahi semua. Ada Al-qur’an dan
masjid tempat mengistirahatkan hati yang lara di kala senja usia. Generasi muda
pula memerlukan bijak bimbingan. Mengapa biarkan diri lena tenggelam menunggu
ajal yang mendekat.
Umat perlu kepad islah,revolusi
akidah,ibadah dan akhlak. Masyarakat masih sakit dengan keruntuhan moral dan
kejahatan. Agama ini belum menang! Sesungguhnya tiada kata istirahat di dunia
ini. Selagi ajal belum sampai, perjuanagn untuk membuktikan cinta kita kepada
Allah mesti diteruskan. Tak ada istilah pensiun dalam perjuangan.
Istirahat dan kesenangan itu
hanya ketika berada di Syurga kelak. Dunia ini hany tempat berjuang sampai diri
ini terkorban karena-Nya. Hidup biarlah mulia, mati pun jua. Masa yang berlalu
begitu berharga demi menolong agam Allah ini. Terus beramal,berjuang,ibadah dan
mu’ammalah sesama insan. Sampai Allah sudi menerima kita sebagai hamba-nya yang
teruji.
Komentar
Posting Komentar